Pertama Kenalan - Cerita Fiksi KURANG DARI 24 JAM

Bagian II

Pertama Kenalan - Cerita Fiksi KURANG DARI 24 JAM

Waktu menunjukan jam 22:00 saya melewati lorong gudang yang sangat sempit dan terhimpit oleh berbagai macam jenis barang-barang yang ada di gudang kaki ini melangkah kearah area sales dan menuju ke tempat kasir dan bergegas memasukan inisial atau absen menggunakan sidik jari.

Anggota shift malem pun sudah berkumpul semua, ada 3 orang yang betugas menjaga shift malam ini, saya, tarmudi dan surya sebagai pemegang shift (MD) atau pejabat yag bertugas menjaga malam hari.

Suara khas uang koin yang selalu mewarnai malam hari ku sebelum memulai shift ini, sang kasir shif siang yang bersorak meminta klerek atau tutup kasir  memecahkan telingaku dengan suara keras dan cerewetnya.

Setelah uang serah terima modal yang saya terima dari shift sebelumnya dinyatakan sudah pas maka sang pejabat atau pemegang shift pun langsung melakukan klerek atau tutup kasir dan membawa semua uang penjualan shift sebelumnya untuk melakukan perhitungan sebelum disetorkan ke server atau bisa juga disebut klerek.


Langkah awal saya sebelum memulai mentransaksikan belanjaan pelanggan saya selalu merapihkan uang yang ada dilaci agar pas uang kembalian nanti bisa mudah dihitung dan tidak ada selisih atau kesalahan kembalian,

Dan jika ada kesalahan dalam kembalian itu udah menjadi tanggung jawab kasir atas kekurangan atau kelebihan kembalian,

Kesalahan demi kesalahan dalam melakukan kembalian sering sekali saya rasakan dan saya lakukan, teringat pada suatu malam saya bertugas shift malem hanya dua orang saja, hal itu pun yang membuat saya dan rekan saya kewalahan dalam melakukan pekerjaan, dan saya melakukan kesalahan dalam memberikan kembalian belanja hal itu terjadi karena saya kecapean dan secara tidak sengaja mengembalikan kembaliannya lebih sebesar Rp. 20.000. dan mau atau tidak mau pun saya harus mengganti sejumlah uang selisih tersebut.


Dari kejadian itu pun saya mulai berhati-hati dalam melakukan transaksi terutama menerima uang dan mengembalikan uang sejumlah nominal yang tertera.

Karyawan shift sebelumnya sudah selesai bertugas dan mulai meninggalkan toko, yang wanita pulang kerumah atau ke kosannya sedangkan yang pria bergegas ke mess untuk tidur dan beristirahat,

Toko mulai sepi dan kesempatan saya untuk mendisplay atau memajang barang yang ada digudang menuju area sales untuk dijual, canda serta tawaan bersama rekan saya pun sudah menjadi hal yang bisa kita lewati ketika bekerja dan bertujuan menghilangkan rasa jenuh, ngantuk dan dinginnya malam hari.


Waktu baru menunjukan jam 12:00 ada seorang wanita berbaju biru dongker, celana jeans hitam dan membawa tas berwarna kuning yang turun dari sebuah motor matic berwarna biru, sang wanita itu pun ditemani bersama temannya berbaju merah da mereka berdua memasuki tempat kami.

Aku pun yang biasa saja dengan hal ini, hal yang sering saya temui dikala malam hari.

Sang dua gadis itu pun membeli sebuah minuman dan makanan kering dan langsung menuju arah kasir yang saat itu saya sendiri yang melakukan transaksi atau menghitung belanjaan sang pembeli, walaupun agak gerogi saya menghitung belanjaannya saya mencoba iseng-iseng ngajak ngobrol sembari saya menghitung belanjaannya.

Saya pun bertanya “Dari mana dan mau kemana kak” seketika sang gadis tersebut menjawab “mau kehati mu” dan saya yang biasa saja pun tidak bereaksi apa-apa kecuali tersenyum dan sang gadis itu pun menjawab dengan serius kalau dia baru saja bermain bersama temannya dan baru mau pulang ke kosannya dan dia memberi tahu tempat kosannya yang tidak jauh dari tempat saya bekerja.

Akupun melihata ada sebuah pandangan yang aneh dari sang gadis tersebut.

Setelah saya melakukan transaksi belanjaanya secara sadar atau tidak sadar saya pun meminta nomor whatsapp gadis tersebut,

Sontak gadis tersebut pun langsung memberikan saja nomernya kepada saya dan menuju arah pulang sambil tersenyum melihat saya.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url